🔥 Kami terus Berkomitmen untuk terus tumbuh dan menebar Kebaikan dan Kemanfaatan!

Berita 09 Februari 2026 2 menit baca

Wamen Koperasi Apresiasi BMT NU Ngasem: Bukti Koperasi Berbasis Jamaah Bisa Kelola Ratusan Miliar Secara Profesional

Penulis

Tim Redaksi

Corporate Communications

Wamen Koperasi Apresiasi BMT NU Ngasem: Bukti Koperasi Berbasis Jamaah Bisa Kelola Ratusan Miliar Secara Profesional

Wamen Koperasi Apresiasi BMT NU Ngasem: Bukti Koperasi Berbasis Jamaah Bisa Kelola Ratusan Miliar Secara Profesional

Bojonegoro — Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah, menyampaikan apresiasi terbuka terhadap kinerja BMT NU Ngasem yang dinilainya telah melampaui fungsi koperasi pada umumnya. Di hadapan ribuan anggota dan tamu undangan Rapat Anggota Tahunan (RAT), ia menyebut BMT NU Ngasem sebagai contoh nyata bahwa koperasi berbasis jamaah mampu tumbuh besar, profesional, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wamen menyoroti skala pengelolaan dana BMT NU Ngasem yang mencapai hampir setengah triliun rupiah. Angka tersebut, menurutnya, bukan sekadar besar, tetapi mencerminkan tingkat kepercayaan anggota yang tinggi serta kemampuan manajerial yang tidak sederhana.

“Mengelola uang sebanyak itu tidak mudah. Apalagi kalau yang pinjam lebih banyak daripada yang simpan. Tapi BMT NU Ngasem bisa berdiri megah sampai hari ini,” ujarnya.

Ia bahkan membandingkan skala dana yang dikelola BMT NU Ngasem dengan anggaran Kementerian Koperasi, untuk menegaskan bahwa koperasi ini telah beroperasi pada level yang biasanya hanya dicapai lembaga besar.

Lebih dari sekadar capaian finansial, Wamen menilai keberhasilan BMT NU Ngasem terletak pada konsistensi menjalankan nilai-nilai Nahdlatul Ulama dan ekonomi syariah. Menurutnya, koperasi ini menjalankan prinsip lama yang diwariskan para kiai NU: mendampingi ekonomi umat secara nyata, bukan hanya melalui ceramah atau seruan moral.

“Didampingi dulu usahanya, baru ngajinya. Hari ini BMT NU Ngasem menjalankan dawuh para kiai,” katanya.

Ia menilai pendekatan tersebut relevan dengan kondisi desa hari ini, di mana banyak wilayah memiliki sumber daya alam dan potensi ekonomi, tetapi warganya kerap hanya menjadi penonton ketika investasi besar masuk. Dalam konteks itu, BMT NU Ngasem disebut berhasil menjaga agar perputaran ekonomi tetap berada di tangan warga lokal.

Apresiasi pemerintah tidak berhenti pada pujian. Wamen menyatakan bahwa pengalaman BMT NU Ngasem layak dijadikan rujukan nasional, khususnya bagi pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tengah didorong pemerintah. Ia menyebut Ketua Pengurus Holding Koperasi BMT NU Ngasem, Muhammad Wahyudi, sebagai figur yang pantas menjadi kakak asuh bagi koperasi-koperasi desa yang baru tumbuh.

“Kalau beliau bisa memulai dari puluhan juta hingga ratusan miliar, yang lain juga bisa. Tinggal mau belajar dan berkomitmen atau tidak,” ujarnya.

Menurut Wamen, keberadaan koperasi seperti BMT NU Ngasem sekaligus membantah stigma lama bahwa koperasi hanya cocok untuk usaha kecil dan tidak mampu dikelola secara modern. Dengan tata kelola profesional dan basis anggota yang kuat, koperasi justru dinilai mampu menjadi pilar ekonomi rakyat yang sesungguhnya.

Menutup sambutannya, Wamen berharap model yang dikembangkan BMT NU Ngasem tidak berhenti sebagai pencapaian lokal, tetapi direplikasi secara lebih luas agar koperasi benar-benar menjadi sokoguru ekonomi nasional, bukan sekadar jargon kebijakan.